Muliana Puspita Sari
17105050043
Sebagai penulis hasil penelitian hadis beliau bernama bapak Udin mencoba melihat secara detail kehidupan bapak Rakhmad yang memiliki spirit hadis cukup mendalam. Kehidupan bapak Rakhmad yang memuiliki religius tinggi terhadap pengamalan hadis-hadis Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan bapak Rakhmad dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah :
- Memiliki jenggot di bawah dagu.
- Celana cingkrang di atas mata kaki.
- Sebelum masuk ke kamar mandi berdo’a terbih dahulu.
- Ketika masuk ke kamar mandi, kaki kiri dahulu yang dipijakkan.
- Penampilan istri beliau memakai jilbab besar, berkaus kaki dengan memakai sandal.
- Ketika ada tahi tikus di timba, sang istri membilas kembali cucian baju-bajunya meski sudah dicentelkan di jemurin.
- Selalu menyapa pak Udin ketika tidak ikut jamaah.
- Adzan lima waktu.
- Sering bersilaturahmi.
- Merapatkan shaf.
- Menyapa dengan suara agak keras dan didengar banyak orang Pak Udin yang minum sambil berdiri.
Dari beberapa uraian tersebut tampak bahwa keluarga pak Rakhmad hidup dalam teks-teks. Keluarga pak Rakhmad selalu berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang tercantum dalam teks-teks hadis sehingga kehidupan mereka menjadi terbentuk hal yang sama dengan apa yang tercantum dalam teks. Informasi dari apa yang dijalani pak Rakhmad dalam kehidupan sehari-hari beberapa berasal dari pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari minggu pagi bersama dengan kolompok-kelompoknya. Pengajian tersebut pun dilaksanakan secara bergilir. Dari sinilah, tampak bahwa peran Nabi Muhammad sangat berpengaruh bagi keluarga pak Rakhmad.
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa kehidupan pak Rakhmad hanya menganut satu teks saja yang mereka pegangi. Sedangkan teks-teks hadis tidak hanya satu sumber saja. Bahkan dari banyak periwayat maupun banyak sumber yang menyampaikan informasi secara berbeda-beda. Akan tetapi, teks memiliki rentang waktu yang cukup lama. Sehingga tidak bisa dipahami hanya dengan satu cara saja, teks harus dipahami secara luas bahkan teks juga dipahami dengan tidak meninggalkan asbabul wurud hadis.
Apabila seseorang hanya berpegang teguh pada satu pemahaman saja maka menjadi ketimpangan pemahaman teks. Seseorang yang tidak mau menoleh, menilik, meneliti, dan menerima secara normatif-komprehensif tentu dapat menimbulkan kehidupan yang kaku dalam menjalani kegiatan sehari-hari karena kehidupannya yang tekstualis. Sedangkan syari’at, tidak dipahami hanya dengan satu sumber melainkan menoleh kepada kondisi zaman Nabi atau sebab akibat Nabi memberikan keputusan ataupun informasi berupa sabda Nabi.
Melihat kehidupan keluarga pak Rakhmad pada sisi living hadis menghasilkan pengamatan yang cukup identis, yakni kehidupan yang dijalankan dalam pola-pola teks. Sadar tidak sadar bahwa struktur kehidupan selalu termaktub dalam sabda Nabi. Sebenarnya, memang kebanyakan masyarakat hidup dalam kehidupan yang menjalani alur saja tanpa melihat sumber aslinya atau jika ditanya “teks hadisnya apa?” kebanyakan yang menjawab tidak tau. Namun, bisa saja yang menjawab tau tetapi dalam menjalankannya tanpa ada penafsiran sama sekali.
Berdasarkan hasil penelitian keluarga pak Rakhmad dapat disimpulkan bahwa, keluarga pak Rakhmad hidup dalam teks-teks hadis dan mangutamakan praktik yang sedekat mungkin kesamaannya dengan hadis. Adapun dari kebanyakan orang memandang hadis sebagai kecenderungan bahwa hadis Rasulullah dipandang sebagai kebiasaan, kewajiban dan merupakan hukum.
Sumber : Saifuddi, Ali Imran. 2013. Model-Model Penelitian Kontemporer. Yogyakarta : Ilha Press.






0 komentar:
Posting Komentar